YOGYAKARTA – Memperingati semangat patriotisme, keluarga besar SMP PGRI Kasihan menyelenggarakan kunjungan edukatif ke Museum Perjuangan Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX. Dimulai tepat pukul 07.00 WIB, rombongan berangkat dari sekolah dengan semangat tinggi untuk mengenal lebih dekat rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Yogyakarta.
Setibanya di museum yang terletak di kawasan Mergangsan tersebut, para siswa disambut oleh kemegahan arsitektur gedung yang berbentuk seperti candi dengan relief-relief sejarah di dinding luarnya. Seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berdasarkan jenjang kelas agar proses pengamatan koleksi berjalan lebih efektif. Di bawah bimbingan guru dan edukator museum, para siswa mulai menelusuri lorong waktu yang menampilkan berbagai diorama, dokumen asli, hingga benda-benda peninggalan para pahlawan nasional.
Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi setiap jenjang. Bagi kelas VII, ini merupakan pengenalan awal terhadap bukti fisik sejarah, sementara bagi kelas VIII dan IX, kunjungan ini menjadi pendalaman materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang selama ini hanya dipelajari secara teoritis di kelas. Para siswa terlihat antusias mencatat informasi penting mengenai peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Yogyakarta selama masa revolusi fisik.
Interaksi aktif terjadi saat sesi tanya jawab dengan pemandu museum. Siswa tidak hanya melihat benda mati, tetapi juga mendengarkan narasi heroik di balik setiap koleksi, seperti pakaian para pejuang dan peralatan medis darurat masa perang. Pihak sekolah berharap, melalui paparan visual dan cerita sejarah ini, nilai-nilai nasionalisme serta semangat pantang menyerah dapat tertanam kuat di sanubari para siswa SMP PGRI Kasihan di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman museum sebagai simbol kebersamaan lintas angkatan. Sebelum kembali ke sekolah, para siswa diberikan lembar refleksi untuk merangkum pelajaran moral yang didapatkan dari kunjungan tersebut. Dengan berakhirnya kegiatan ini pada siang hari, para siswa diharapkan pulang membawa semangat baru untuk belajar lebih giat demi mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu bangsa.

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)


.jpeg)








.png)






