Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

Napak Tilas Sejarah, Seluruh Siswa SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Perjuangan Yogyakarta

Napak Tilas Sejarah, Seluruh Siswa SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Perjuangan Yogyakarta

 


YOGYAKARTA – Memperingati semangat patriotisme, keluarga besar SMP PGRI Kasihan menyelenggarakan kunjungan edukatif ke Museum Perjuangan Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX. Dimulai tepat pukul 07.00 WIB, rombongan berangkat dari sekolah dengan semangat tinggi untuk mengenal lebih dekat rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Yogyakarta.

Setibanya di museum yang terletak di kawasan Mergangsan tersebut, para siswa disambut oleh kemegahan arsitektur gedung yang berbentuk seperti candi dengan relief-relief sejarah di dinding luarnya. Seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berdasarkan jenjang kelas agar proses pengamatan koleksi berjalan lebih efektif. Di bawah bimbingan guru dan edukator museum, para siswa mulai menelusuri lorong waktu yang menampilkan berbagai diorama, dokumen asli, hingga benda-benda peninggalan para pahlawan nasional.

Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi setiap jenjang. Bagi kelas VII, ini merupakan pengenalan awal terhadap bukti fisik sejarah, sementara bagi kelas VIII dan IX, kunjungan ini menjadi pendalaman materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang selama ini hanya dipelajari secara teoritis di kelas. Para siswa terlihat antusias mencatat informasi penting mengenai peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Yogyakarta selama masa revolusi fisik.

Interaksi aktif terjadi saat sesi tanya jawab dengan pemandu museum. Siswa tidak hanya melihat benda mati, tetapi juga mendengarkan narasi heroik di balik setiap koleksi, seperti pakaian para pejuang dan peralatan medis darurat masa perang. Pihak sekolah berharap, melalui paparan visual dan cerita sejarah ini, nilai-nilai nasionalisme serta semangat pantang menyerah dapat tertanam kuat di sanubari para siswa SMP PGRI Kasihan di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman museum sebagai simbol kebersamaan lintas angkatan. Sebelum kembali ke sekolah, para siswa diberikan lembar refleksi untuk merangkum pelajaran moral yang didapatkan dari kunjungan tersebut. Dengan berakhirnya kegiatan ini pada siang hari, para siswa diharapkan pulang membawa semangat baru untuk belajar lebih giat demi mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu bangsa.



 

Read More
Telusuri Jejak Sejarah, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Sonobudoyo

Telusuri Jejak Sejarah, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Sonobudoyo

 


YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa terhadap warisan budaya nusantara, sebanyak puluhan siswa kelas VII SMP PGRI Kasihan melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mengenalkan sejarah, seni, dan kekayaan budaya Jawa secara langsung kepada para siswa yang baru memasuki jenjang sekolah menengah.

Setibanya di museum yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta tersebut, para siswa disambut oleh pemandu museum yang siap menjelaskan koleksi-koleksi bersejarah. Dengan membawa buku catatan, para siswa antusias mengamati berbagai artefak, mulai dari koleksi keris, batik tulis dengan motif khas, hingga perangkat gamelan kuno yang masih terjaga keasliannya. Suasana museum yang tenang dan sarat nilai historis memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan di dalam ruang kelas.

Kunjungan ini berfokus pada eksplorasi berbagai paviliun yang menampilkan perjalanan sejarah peradaban di tanah Jawa. Para siswa diajak untuk melihat lebih dekat replika candi, naskah-naskah kuno, serta berbagai peralatan rumah tangga masa lalu. Guru pendamping menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar siswa tidak hanya menghafal sejarah dari buku teks, tetapi mampu menghargai proses panjang kebudayaan yang membentuk identitas bangsa saat ini.

Selain mengamati koleksi, para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi atau penjelasan mengenai teknik pembuatan karya seni tradisional. Interaksi antara siswa dan pemandu museum menciptakan diskusi yang hidup, di mana banyak siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai fungsi benda-benda purbakala yang mereka lihat. Hal ini menunjukkan tumbuhnya rasa ingin tahu dan apresiasi yang tinggi terhadap kekayaan intelektual leluhur.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi refleksi di halaman museum. Pihak sekolah berharap kunjungan ke Museum Sonobudoyo ini dapat menanamkan rasa bangga dan kecintaan siswa kelas VII terhadap budaya lokal di tengah gempuran modernisasi. Dengan bekal pengetahuan sejarah yang kuat, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.




 

Read More