Jumat, 17 Juli 2026

Kegiatan MPLS SMP PGRI Kasihan tahun 2026

Kegiatan MPLS SMP PGRI Kasihan tahun 2026

SMP PGRI Kasihan, Kabupaten Bantul, sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 13 hingga 17 Juli 2026. Tahun ini, kegiatan MPLS diikuti oleh total 69 peserta didik baru yang terdiri dari 40 siswa putra dan 29 siswa putri. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta didik baru yang didampingi oleh Tim MPLS serta berbagai narasumber penting dari instansi daerah setempat.

Pada hari pertama dan kedua, kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, wawasan wiyatamandala, serta penanaman karakter luhur melalui kolaborasi dengan berbagai tokoh masyarakat, seperti Bapak Panewu Kapanewon Kasihan dan Bapak Lurah Ngestiharjo. Para siswa diperkenalkan pada tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat serta delapan profil lulusan yang mencakup nilai ketaqwaan, penalaran kritis, hingga kolaborasi. Suasana interaktif semakin terasa ketika para murid baru diajak bercerita dan membuat "Pohon Harapan" sebagai simbol impian mereka selama menempuh pendidikan di SMP PGRI Kasihan.

Memasuki hari ketiga dan keempat, rangkaian acara semakin semarak dengan adanya materi motivasi belajar efektif dari Bapak Danramil Kapanewon Kasihan, pengenalan potensi diri bersama Bapak Dukuh Sonopakis Lor, hingga penyuluhan penting mengenai mitigasi bencana alam oleh BPBD Kabupaten Bantul. Selain itu, para siswa juga mendapatkan pembinaan khusus terkait pencegahan isu sosial yang krusial, seperti bahaya judi online yang disampaikan langsung oleh Bapak Kapolsek Kasihan, serta pencegahan bahaya NAPZA dan pemahaman lingkungan yang aman serta menggembirakan.

Puncak kemeriahan MPLS SMP PGRI Kasihan terjadi pada hari kelima atau hari terakhir pelaksanaan, Jumat (17 Juli 2026), yang diisi dengan sesi pencegahan isu pornografi dan perkawinan anak oleh Kepala Puskesmas Kasihan II, serta dilanjutkan dengan acara "Unjuk Bakat dan Minat Murid". Pada sesi unjuk bakat ini, ke-69 peserta didik baru menunjukkan berbagai kemampuan terbaik mereka di bidang kesenian, olahraga, dan permainan tradisional dengan penuh percaya diri dan kegembiraan yang luar biasa.

Sebagai bentuk apresiasi atas tingginya antusiasme, kreativitas, dan partisipasi aktif selama lima hari kegiatan, pihak sekolah memberikan penghargaan berupa hadiah spesial kepada siswa yang dinilai paling aktif di antara seluruh peserta. Penyerahan hadiah ini menjadi penutup yang manis sekaligus wujud motivasi agar seluruh siswa baru, baik putra maupun putri, terus bersemangat, aktif, dan berprestasi di lingkungan SMP PGRI Kasihan.

 





Read More

Selasa, 02 Juni 2026

Acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Murid Kelas IX SMP PGRI Kasihan

Acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Murid Kelas IX SMP PGRI Kasihan

SMP PGRI Kasihan sukses menyelenggarakan acara penyerahan kembali murid kelas IX kepada orang tua atau wali murid pada hari Rabu, 3 Juni 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini dimulai sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB, bertempat di area sekolah. Seluruh rangkaian prosesi berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan susunan jadwal yang telah direncanakan oleh pihak panitia.

Momen kelulusan tahun ajaran ini membawa kebahagiaan luar biasa bagi seluruh keluarga besar SMP PGRI Kasihan. Sekolah mengumumkan tingkat kelulusan yang sempurna, yakni mencapai 100%. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, serta komitmen yang tinggi dari para guru dalam mendidik, sekaligus ketekunan para siswa dalam menempuh masa studi mereka.

Sebanyak 77 murid resmi dinyatakan lulus dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Komposisi peserta didik yang lulus pada tahun ini terdiri dari 48 murid laki-laki dan 29 murid perempuan. Kebersamaan mereka selama tiga tahun di bangku sekolah kini berbuah manis dengan hasil yang membanggakan bagi pihak sekolah maupun keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras siswa, acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada anak-anak yang berhasil meraih prestasi akademik tertinggi. Pihak sekolah mengumumkan daftar penerima penghargaan murid berprestasi berdasarkan nilai rata-rata SKL tertinggi. Apresiasi ini diberikan langsung di hadapan para orang tua sebagai bentuk kebanggaan at
















as capaian luar biasa yang telah diraih.

Penghargaan tertinggi diraih oleh Vianabila Indira Putri dari kelas IX A dengan nilai rata-rata SKL 86,93, disusul oleh Rayya Naradya yang juga dari kelas IX A dengan raihan nilai 86,47. Posisi ketiga ditempati oleh Athaya Nobellalia dari kelas IX B dengan nilai 83,05, dan posisi keempat diraih oleh Isla Miliya Anavrin dari kelas IX A dengan nilai rata-rata SKL 82,82. Penyerahan penghargaan ini disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing murid dengan penuh rasa syukur.

Acara ditutup dengan prosesi bersalaman, foto bersama, serta penampilan hiburan yang menambah kehangatan suasana. Melalui acara penyerahan kembali ini, SMP PGRI Kasihan resmi melepas angkatan tahun pelajaran 2025/2026 dengan harapan besar agar seluruh alumni dapat terus menjaga nama baik almamater, terus berprestasi, dan sukses dalam mengejar cita-cita mereka di masa depan.

 

Read More

Sabtu, 02 Mei 2026

Napak Tilas Sejarah, Seluruh Siswa SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Perjuangan Yogyakarta

Napak Tilas Sejarah, Seluruh Siswa SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Perjuangan Yogyakarta

 


YOGYAKARTA – Memperingati semangat patriotisme, keluarga besar SMP PGRI Kasihan menyelenggarakan kunjungan edukatif ke Museum Perjuangan Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX. Dimulai tepat pukul 07.00 WIB, rombongan berangkat dari sekolah dengan semangat tinggi untuk mengenal lebih dekat rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Yogyakarta.

Setibanya di museum yang terletak di kawasan Mergangsan tersebut, para siswa disambut oleh kemegahan arsitektur gedung yang berbentuk seperti candi dengan relief-relief sejarah di dinding luarnya. Seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berdasarkan jenjang kelas agar proses pengamatan koleksi berjalan lebih efektif. Di bawah bimbingan guru dan edukator museum, para siswa mulai menelusuri lorong waktu yang menampilkan berbagai diorama, dokumen asli, hingga benda-benda peninggalan para pahlawan nasional.

Kunjungan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi setiap jenjang. Bagi kelas VII, ini merupakan pengenalan awal terhadap bukti fisik sejarah, sementara bagi kelas VIII dan IX, kunjungan ini menjadi pendalaman materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang selama ini hanya dipelajari secara teoritis di kelas. Para siswa terlihat antusias mencatat informasi penting mengenai peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Yogyakarta selama masa revolusi fisik.

Interaksi aktif terjadi saat sesi tanya jawab dengan pemandu museum. Siswa tidak hanya melihat benda mati, tetapi juga mendengarkan narasi heroik di balik setiap koleksi, seperti pakaian para pejuang dan peralatan medis darurat masa perang. Pihak sekolah berharap, melalui paparan visual dan cerita sejarah ini, nilai-nilai nasionalisme serta semangat pantang menyerah dapat tertanam kuat di sanubari para siswa SMP PGRI Kasihan di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman museum sebagai simbol kebersamaan lintas angkatan. Sebelum kembali ke sekolah, para siswa diberikan lembar refleksi untuk merangkum pelajaran moral yang didapatkan dari kunjungan tersebut. Dengan berakhirnya kegiatan ini pada siang hari, para siswa diharapkan pulang membawa semangat baru untuk belajar lebih giat demi mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu bangsa.



 

Read More
Mandiri dan Berkarakter, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Ikuti Perkemahan Penggalang di Karangasri

Mandiri dan Berkarakter, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Ikuti Perkemahan Penggalang di Karangasri

 


SLEMAN – Guna menanamkan jiwa kemandirian dan kedisiplinan sejak dini, pangkalan SMP PGRI Kasihan menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Penggalang bagi siswa kelas VII. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai dari tanggal 16 hingga 18 April 2026. Bertempat di kawasan Karangasri Outbound, Pakem, Sleman, perkemahan ini menjadi ajang bagi para pramuka penggalang ramu untuk belajar menyatu dengan alam serta mengasah keterampilan kepanduan di bawah sejuknya udara lereng Gunung Merapi.

Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat di lapangan utama Karangasri. Dalam suasana hijau pedesaan, para peserta ditantang untuk membangun tenda secara mandiri dan mengatur perlengkapan kelompok dengan rapi. Selama perkemahan, para siswa mengikuti berbagai rangkaian materi, mulai dari teknik kepramukaan (scouting skills), tali-temali, hingga sandi Morse dan semaphore. Lokasi Karangasri yang memiliki fasilitas luar ruang yang lengkap sangat mendukung jalannya berbagai simulasi ketangkasan fisik dan mental.

Salah satu momen yang paling dinanti adalah kegiatan jelajah alam dan outbound pada hari kedua. Para peserta menyusuri rute di sekitar kawasan Pakem, melewati pematang sawah dan aliran sungai kecil untuk melatih ketahanan fisik serta kerja sama tim. Di setiap pos yang dijaga oleh kakak-kakak pembina, para siswa diuji kemampuannya dalam memecahkan masalah secara berkelompok. Tantangan ini bertujuan untuk memupuk rasa solidaritas dan kekompakan antaranggota regu dalam menghadapi rintangan.

Malam api unggun yang digelar pada malam terakhir menjadi puncak emosional dari kegiatan perkemahan ini. Di tengah kegelapan malam dan kehangatan api yang berkobar, setiap regu menampilkan bakat seni mereka, mulai dari yel-yel kreatif hingga pementasan drama singkat yang sarat pesan moral. Suasana kebersamaan begitu terasa saat seluruh peserta melingkar dan menyanyikan lagu-lagu kepanduan, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi para siswa kelas VII yang baru pertama kali mengikuti perkemahan tingkat SMP.

Perkemahan ditutup pada tanggal 18 April dengan upacara penutupan dan pemberian penghargaan bagi regu terbaik. Pihak sekolah berharap, pengalaman selama tiga hari di Karangasri ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih tangguh, disiplin, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para siswa kelas VII diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai dasa darma pramuka dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.







 

Read More
Jelang TKA, Siswa Kelas IX SMP PGRI Kasihan Gelar Doa Bersama Penuh Khidmat

Jelang TKA, Siswa Kelas IX SMP PGRI Kasihan Gelar Doa Bersama Penuh Khidmat

 


BANTUL – Menjelang pelaksanaan Tes Kendali Mutu (TKA), siswa kelas IX SMP PGRI Kasihan menyelenggarakan kegiatan doa bersama pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini bertujuan untuk menguatkan mental dan spiritual para siswa sebelum menghadapi rangkaian ujian penentu kelulusan. Suasana khidmat menyelimuti seluruh area sekolah saat para siswa bersimpuh memanjatkan doa agar diberikan kelancaran dan hasil yang terbaik.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan ayat-ayat suci dan zikir bersama. Kehadiran seluruh siswa kelas IX dalam balutan seragam yang rapi menambah kekhusyukan prosesi ini. Tidak hanya sekadar ritual, doa bersama ini menjadi momentum bagi para siswa untuk sejenak menenangkan diri dari rutinitas belajar yang padat selama beberapa bulan terakhir, sekaligus memohon petunjuk agar kemudahan menyertai setiap lembar soal yang akan mereka kerjakan.

Pihak sekolah melalui kepala sekolah dan guru agama memberikan motivasi agar para siswa tetap optimis namun tetap rendah hati. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa usaha yang maksimal melalui belajar harus dibarengi dengan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Ikhtiar telah dilakukan di dalam kelas, kini saatnya kita mengetuk pintu langit agar usaha kalian diberkahi dan membuahkan prestasi yang membanggakan," ujar salah satu guru di hadapan para peserta.

Selain doa, momen ini juga dimanfaatkan para siswa untuk saling bermaafan dan meminta restu kepada bapak dan ibu guru. Isak tangis haru sempat mewarnai sesi jabat tangan, di mana para siswa memohon doa restu agar perjuangan mereka selama tiga tahun di bangku SMP dapat berakhir dengan manis. Dukungan moral dari para pengajar ini diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi siswa untuk meminimalisir rasa cemas saat hari pelaksanaan ujian tiba.






 

Kegiatan doa bersama ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh siswa kelas IX SMP PGRI Kasihan dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diimpikan. Dengan bekal persiapan akademis yang matang serta kekuatan doa yang tulus, para siswa kini merasa lebih siap secara batiniah untuk menghadapi TKA 2026 dengan penuh percaya diri dan integritas tinggi.

Read More
Lestarikan Budaya Lewat Gerak, Ekstrakurikuler Tari SMP PGRI Kasihan Aktif Berlatih

Lestarikan Budaya Lewat Gerak, Ekstrakurikuler Tari SMP PGRI Kasihan Aktif Berlatih

BANTUL – Semangat melestarikan budaya tradisional terus digelorakan di lingkungan SMP PGRI Kasihan melalui kegiatan ekstrakurikuler tari. Setiap pekannya, aula sekolah menjadi saksi bisu ketekunan para siswa dalam mempelajari berbagai tarian nusantara. Kegiatan yang menjadi wadah kreativitas seni ini rutin diselenggarakan dua kali seminggu, yakni pada hari Senin dan Jumat sore, guna memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat non-akademis mereka.

Di bawah bimbingan Mbak Khansa, para peserta didik diajarkan teknik dasar menari, mulai dari olah tubuh, kelenturan, hingga pendalaman karakter dalam setiap tarian. Mbak Khansa dikenal sebagai pembimbing yang sabar namun disiplin, sehingga para siswa merasa nyaman namun tetap fokus dalam mengikuti setiap instruksi gerakan. Proses latihan dimulai dengan pemanasan untuk menghindari cedera, dilanjutkan dengan pengulangan materi gerakan yang telah dipelajari sebelumnya.

Aula SMP PGRI Kasihan yang luas dan representatif memberikan kenyamanan bagi para siswa untuk bergerak bebas mengikuti irama musik pengiring. Suara dentuman kendang dan alunan gamelan yang menggema di area sekolah setiap Senin dan Jumat menciptakan atmosfer seni yang kental. Tidak hanya belajar tari tradisional Jawa, Mbak Khansa juga seringkali menyisipkan kreasi tari kontemporer agar para siswa tetap relevan dengan perkembangan zaman namun tidak meninggalkan akar budaya.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswi perempuan, namun juga terbuka bagi siswa putra yang memiliki minat di bidang seni pertunjukan. Ekstrakurikuler tari ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri siswa, melatih kerja sama tim dalam tarian kelompok, serta memupuk rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia. Disiplin waktu yang diterapkan selama latihan juga diharapkan mampu membentuk karakter positif bagi seluruh anggota tim tari.

Ke depannya, tim tari SMP PGRI Kasihan dipersiapkan untuk tampil dalam berbagai acara penting, mulai dari pentas seni sekolah hingga perlombaan tingkat kabupaten. Pihak sekolah sangat mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang berkarakter dan memiliki apresiasi seni yang tinggi. Dengan latihan yang konsisten di bawah arahan Mbak Khansa, diharapkan lahir bibit-bibit penari berbakat yang mampu mengharumkan nama sekolah di kancah yang lebih luas.

Read More
Telusuri Jejak Sejarah, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Sonobudoyo

Telusuri Jejak Sejarah, Siswa Kelas VII SMP PGRI Kasihan Kunjungi Museum Sonobudoyo

 


YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa terhadap warisan budaya nusantara, sebanyak puluhan siswa kelas VII SMP PGRI Kasihan melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas (outdoor learning) untuk mengenalkan sejarah, seni, dan kekayaan budaya Jawa secara langsung kepada para siswa yang baru memasuki jenjang sekolah menengah.

Setibanya di museum yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta tersebut, para siswa disambut oleh pemandu museum yang siap menjelaskan koleksi-koleksi bersejarah. Dengan membawa buku catatan, para siswa antusias mengamati berbagai artefak, mulai dari koleksi keris, batik tulis dengan motif khas, hingga perangkat gamelan kuno yang masih terjaga keasliannya. Suasana museum yang tenang dan sarat nilai historis memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan di dalam ruang kelas.

Kunjungan ini berfokus pada eksplorasi berbagai paviliun yang menampilkan perjalanan sejarah peradaban di tanah Jawa. Para siswa diajak untuk melihat lebih dekat replika candi, naskah-naskah kuno, serta berbagai peralatan rumah tangga masa lalu. Guru pendamping menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar siswa tidak hanya menghafal sejarah dari buku teks, tetapi mampu menghargai proses panjang kebudayaan yang membentuk identitas bangsa saat ini.

Selain mengamati koleksi, para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi atau penjelasan mengenai teknik pembuatan karya seni tradisional. Interaksi antara siswa dan pemandu museum menciptakan diskusi yang hidup, di mana banyak siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai fungsi benda-benda purbakala yang mereka lihat. Hal ini menunjukkan tumbuhnya rasa ingin tahu dan apresiasi yang tinggi terhadap kekayaan intelektual leluhur.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi refleksi di halaman museum. Pihak sekolah berharap kunjungan ke Museum Sonobudoyo ini dapat menanamkan rasa bangga dan kecintaan siswa kelas VII terhadap budaya lokal di tengah gempuran modernisasi. Dengan bekal pengetahuan sejarah yang kuat, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.




 

Read More